Berawal dari Refleksi, Bergerak Menuju Inovasi
Pendidikan karakter merupakan proses panjang yang membutuhkan pembiasaan, keteladanan, pendampingan, dan evaluasi secara berkelanjutan. Karakter tidak terbentuk hanya melalui nasihat, tetapi tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Di SDN Paliyan III Paliyan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan karakter positif murid. Namun, dalam pelaksanaannya, saya menyadari bahwa pembiasaan perlu diikuti dengan sistem pemantauan yang praktis, terstruktur, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, pemantauan kebiasaan murid dilakukan menggunakan jurnal berbasis kertas. Setiap minggu, guru perlu menyiapkan dan mencetak jurnal, murid mengisi jurnal tersebut, kemudian guru melakukan rekapitulasi secara manual. Selain membutuhkan waktu dan penggunaan kertas, sistem tersebut belum cukup menarik bagi murid untuk melakukan pencatatan kebiasaan secara konsisten.
Kondisi ini menjadi bahan refleksi bersama guru. Saya kemudian berpikir, bagaimana jika proses pencatatan dan pemantauan tersebut dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui teknologi digital?
Dari refleksi itulah lahir Jurnal Online G7KAIH Palaga, sebuah inovasi yang dikembangkan untuk mendukung implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui pemanfaatan teknologi digital.
Bagi saya, inovasi tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang rumit. Inovasi dapat berawal dari keberanian melihat kembali praktik yang telah berjalan, menemukan bagian yang perlu diperbaiki, dan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan nyata di sekolah.
Mengenal Jurnal Online G7KAIH Palaga
Jurnal Online G7KAIH Palaga merupakan jurnal harian digital yang digunakan untuk mendukung pencatatan dan pemantauan pelaksanaan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu:
Bangun pagi.
Beribadah.
Berolahraga.
Makan sehat dan bergizi.
Gemar belajar.
Bermasyarakat.
Tidur cepat.
Jurnal ini dikembangkan dengan memanfaatkan Canva Education dan fasilitas Canva AI. Sistem dirancang berbasis web sehingga dapat diakses melalui telepon genggam maupun komputer tanpa mengharuskan pengguna memasang aplikasi khusus.
Beberapa fitur yang dikembangkan meliputi halaman login, halaman pengisian jurnal harian, menu refleksi, serta dashboard rekapitulasi yang membantu guru memantau data pelaksanaan kebiasaan murid. Data yang tercatat juga dapat dilihat melalui rekapitulasi digital untuk mendukung proses monitoring dan evaluasi.
Jurnal Online G7KAIH Palaga dapat diakses melalui tautan maupun barcode berikut:
Melalui inovasi ini, teknologi tidak sekadar digunakan sebagai alat pencatatan, tetapi menjadi sarana untuk mendukung pembiasaan karakter, memperkuat keterlibatan keluarga, dan mempermudah sekolah melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program.
Proses Pengembangan: Dari Kebutuhan Menjadi Solusi
Pengembangan Jurnal Online G7KAIH Palaga dilakukan melalui beberapa tahapan.
1. Identifikasi kebutuhan dan refleksi
Langkah awal dilakukan dengan mengevaluasi penggunaan jurnal berbasis kertas bersama guru. Refleksi tersebut mengungkap beberapa tantangan, antara lain kebutuhan pencetakan rutin, rekapitulasi manual, penggunaan kertas, dan perlunya cara yang lebih menarik untuk mendorong konsistensi murid.
![]() |
| Jurnal manual yang sebelumnya digunakan dalam pencatatan G7KAIH |
2. Perancangan inovasi
Berdasarkan kebutuhan tersebut, jurnal dirancang dengan prinsip mudah digunakan, dapat diakses melalui berbagai perangkat, tidak memerlukan instalasi aplikasi khusus, mendukung rekapitulasi digital, dan dapat dikembangkan tanpa biaya tambahan untuk pembuatan sistem.
3. Pengembangan menggunakan Canva AI
Saya memanfaatkan Canva Education dengan fasilitas AI untuk membantu mengembangkan tampilan dan fitur jurnal. Prosesnya meliputi penyusunan instruksi, pengembangan halaman, pemeriksaan hasil, pengujian akses, dan penyempurnaan sesuai kebutuhan sekolah.
![]() |
| Proses pembuatan jurnal dengan Canva AI |
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pendidik dapat mulai memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata dalam pengelolaan program sekolah, meskipun tidak memiliki latar belakang pemrograman yang kompleks.
4. Sosialisasi dan kolaborasi
Sebelum implementasi, sekolah menyelenggarakan kegiatan launching dan sosialisasi yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta orang tua/wali murid. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pengawas SD dan Korwil Bidang Pendidikan Kapanewon Paliyan.
Sosialisasi tidak hanya memperkenalkan jurnal, tetapi juga menguatkan pemahaman tentang pentingnya pembiasaan G7KAIH dan peran keluarga dalam membangun karakter anak.
5. Uji coba dan penyempurnaan
Sebelum diterapkan secara menyeluruh, jurnal diuji coba selama lima hari, yaitu pada 9–13 Februari 2026. Uji coba dilakukan untuk melihat penggunaan sistem, partisipasi murid, serta kendala yang perlu diperbaiki.
Hasil uji coba menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan petunjuk penggunaan dan meningkatkan pendampingan kepada murid serta orang tua.
6. Implementasi
Setelah melalui tahapan persiapan dan penyempurnaan, Jurnal Online G7KAIH Palaga mulai diimplementasikan kepada seluruh murid SDN Paliyan III Paliyan pada 1 Maret 2026.
Murid mengisi jurnal, guru memantau melalui dashboard, dan orang tua mendampingi pelaksanaan kebiasaan baik di rumah. Dengan demikian, pemantauan pembiasaan karakter diupayakan menjadi proses yang lebih terintegrasi antara sekolah dan keluarga.
Uji Coba: Data sebagai Bahan Refleksi
Uji coba awal selama lima hari menghasilkan data sebagai berikut:
| Indikator | Hasil |
|---|---|
| Jumlah murid | 49 |
| Murid yang login | 33 |
| Rata-rata progres | 52,43% |
| Rata-rata hari tercatat | 2,51 hari |
Data tersebut menunjukkan bahwa 33 dari 49 murid telah melakukan login selama periode uji coba. Pada saat yang sama, rata-rata progres dan jumlah hari tercatat menunjukkan bahwa konsistensi pengisian masih perlu diperkuat.
Bagi saya, data awal ini bukan sekadar angka untuk menunjukkan penggunaan inovasi. Data tersebut menjadi dasar untuk mengenali kendala, memperbaiki sistem, memperjelas petunjuk, dan memperkuat pendampingan.
Inovasi yang baik bukanlah inovasi yang dianggap sempurna sejak awal, melainkan inovasi yang terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan dan pengalaman nyata penggunanya.
Manfaat dan Nilai Tambah Inovasi
Penerapan Jurnal Online G7KAIH Palaga memberikan beberapa nilai tambah bagi pelaksanaan program sekolah.
Bagi murid, jurnal menjadi sarana untuk mencatat kebiasaan sehari-hari dan merefleksikan pembiasaan yang telah dilakukan.
Bagi guru, sistem digital mempermudah pemantauan dan rekapitulasi sehingga informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memberikan motivasi serta penguatan kepada murid.
Bagi orang tua, jurnal menjadi sarana pendukung untuk terlibat dalam pendampingan kebiasaan anak di rumah. Keterlibatan keluarga penting karena pembentukan karakter tidak hanya berlangsung selama murid berada di sekolah.
Bagi sekolah, jurnal mendukung dokumentasi yang lebih terstruktur, pemanfaatan data untuk evaluasi, dan transformasi digital dalam pengelolaan program pendidikan karakter.
Selain itu, penggunaan jurnal digital mendukung pendekatan paperless sehingga kebutuhan pencetakan jurnal mingguan dapat dikurangi.
Manfaat tersebut perlu terus dipelihara melalui pendampingan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Kehadiran teknologi saja tidak menjamin perubahan karakter; teknologi perlu digunakan bersama keteladanan dan keterlibatan manusia.
Refleksi Kepemimpinan: Inovasi Harus Bertumbuh Bersama
Sebagai kepala sekolah, saya belajar bahwa mengembangkan inovasi bukan hanya tentang menghadirkan produk baru. Lebih dari itu, inovasi menuntut kemampuan mengenali kebutuhan, menggerakkan kolaborasi, mengambil keputusan, mendampingi pelaksanaan, serta menggunakan hasil evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan.
Jurnal Online G7KAIH Palaga menjadi salah satu wujud upaya saya dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Prosesnya mengajarkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari permasalahan sederhana, selama disertai kemauan untuk belajar dan keberanian mencoba.
Saya juga menyadari bahwa keberlanjutan inovasi bergantung pada keterlibatan seluruh warga sekolah. Guru memerlukan kemudahan dalam melakukan pemantauan, murid memerlukan pendampingan untuk membangun konsistensi, dan orang tua perlu memperoleh ruang untuk terlibat dalam pembiasaan karakter anak.
Ke depan, evaluasi dan penyempurnaan akan terus menjadi bagian penting dari pengembangan jurnal ini. Harapannya, Jurnal Online G7KAIH Palaga tidak hanya membantu proses pencatatan, tetapi juga semakin bermakna dalam mendukung tumbuhnya kebiasaan positif pada diri murid.
Berbagi Praktik Baik, Menginspirasi Perubahan
Keikutsertaan inovasi Jurnal Online G7KAIH Palaga dalam lomba AGP menjadi kesempatan untuk mendokumentasikan proses, merefleksikan pengalaman, dan membagikan praktik baik kepada sesama pendidik.
Bagi saya, berbagi praktik baik bukan sekadar menunjukkan apa yang telah dibuat, tetapi juga membuka ruang belajar bersama. Pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi, sementara masukan dari orang lain dapat memperkaya proses pengembangan inovasi.
Saya percaya bahwa perubahan pendidikan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, perubahan berawal dari sebuah pertanyaan sederhana: Apa yang bisa kita perbaiki agar proses pendidikan menjadi lebih baik?
Dari pertanyaan itu, kita belajar untuk bergerak. Dari refleksi, kita menemukan kebutuhan. Dari kolaborasi, kita memperluas manfaat. Dan melalui inovasi yang terus dikembangkan, kita berupaya menghadirkan pendidikan yang semakin bermakna bagi setiap murid.
Terus belajar, berani berinovasi, menguatkan kolaborasi, dan menjadikan setiap langkah sebagai bagian dari perjalanan menuju pendidikan bermutu untuk semua.
Sumiyati, M.Pd.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar